Pengen Punya Kamera

Hobi fotografi sepertinya sedang banyak diminati pemuda masa kini. Saya pun demikian. Dulu pernah bercita-cita menjadi seorang fotografer. Tapi, karna emang tidak terlalu ditekuni, akhirnya kandaslah sudah cita-cita itu. Dan sekarang malah masuk ke jurusan teknologi informasi (IT). Kelihatannya seperti berhubungan sedikit ya? Tapi nggak sama sekali kok. Di sini murni belajar tentang teknologi informasi, hm… lebih spesifiknya, bagaimana teknologi bisa mendukung proses bisnis organisasi/perusahaan dalam mencapai tujuan/visinya.

Nah, berhubung saat kuliah ini saya bergabung dengan jurnalis kampus, tepatnya di bagian boradcasting, bertemulah orang-orang yang memiliki hobi itu. Eh, tapi lebih ke arah videografi sih, karna memang tugas dari jurnalistik yang kami kerjakan adalah di bidang videografi.

Terkadang iri melihat mereka-mereka yang punya kamera pribadi 😦

Karna untuk melanjutkan hobi yang tertunda, saya jadi pengen punya kamera sendiri. Tapi pas cerita-cerita ke si abang, yang menurutku tau banyak tentang kamera, ternyata harga kamera cukup mahal πŸ˜₯ pas saya searching sendiri pun juga harganya memang mahal. Well, karena saya juga adalah seorang perempuan, yang notabene suka beli-beli barang yang dianggap lucu meskipun tidak terlalu dibutuhkan, saya jadi susah berfokus nabung untuk beli kamera 😦

Tapi saya tetep mencoba sih. Semoga aja suatu saat bener-bener bisa beli kamera pribadi πŸ˜€

Untuk detil kamera yang saya ingini, sebenarnya saya ingin semacam DSLR. Tapi kata si abang, kalo untuk saya, lebih cocok untuk punya kamera mirrorless aja. Karena dia melihat dari sisi saya pengen dibuat foto-foto aja. Karna kalo DSLR cuma dibuat foto-foto aja, katanya sayang. Katanya, di DSLR ada penghitung untuk mengetahui berapa kali kamera itu dibuat menjepret foto. Nah semakin banyak angka yang terhitung di situ, semakin susah pula kalau pengen ngejual balik kameranya. Bolehlah analisisnya πŸ˜€

Manutlah saya sama si abang ini. Jadi, ini nih yang lagi saya incar.

Kamera ini bisa dibuat video dengan resolusi 1920x1080p lho. Jadi bisa dibuat bikin video dengan resolusi HD, seperti kerjaanku di kampus. Selain itu, kamera Fujifilm XT-10 ini memiliki sistem AF (autofocus) yang bisa mencapai 77 titik fokus dengan area fokus lebih lebar, jadi bisa menangkap subjek yang geraknya cepat dengan lebih baik. Secara spesifikasi mungkin sudah tidak diragukan lah kamera ini. Dan harganya pun juga lebih terjangkau dari keluaran Fujifilm sebelumnya, tapi nominalnya… 😦 wkwkwk Bismillah lah πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s