Si Amatir Bertemu Senior

Halo, assalamualaikum *ini tumben pake salam*

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, ini adalah lanjutan dari Cerita Jurnalis Amatir di Kampus Kompas TV. Jadi di sini saya akan bercerita tentang pasca-tidak-jadinya-mewawancarai-Bu-Risma.

Anyway, di sini saya nggak sendiri. Maksudnya ada tim-tim pewawancara lainnya, yaitu tim Rosi dan tim Yenny. Banyak hal di luar dugaan kami terjadi saat itu. Pertama, Bu Risma tidak bisa diwawancara *sudah dibahas, btw* Kedua, Kak Rosi, which is pemandu talkshow Rosi, tidak bisa hadir dikarenakan ibu beliau meninggal di hari sebelumnya, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, akhirnya digantikan oleh Aiman Witjaksono.

Karena kejadian-kejadian di luar konsep wawancara kami itu, akhirnya kami mengganti langsung konsepnya kecuali tim Yenny. Aduh, ini cukup membingungkan untuk dijelaskan. Intinya, sekarang target wawancara kami adalah Budayawan Sujiwo Tejo, Yenny Wahid (tetep), Andy F. Noya, dan Aiman Witjaksono. Kebetulan saya sendiri, entah tergabung di tim mana, forget about the teams, ikut dalam wawancara Yenny Wahid, Andy F. Noya, dan Aiman Witjaksono. Ini nih, nikmat dan beberapa wejangan dari tokoh-tokoh yang saya turut serta membantu proses wawancaranya.

Andy F. Noya

Beliau adalah seorang wartawan senior. Saya taunya beliau adalah pembawa acara Kick Andy! Cerita hingga berhasil mewawancara Bang Andy ini sedikit banyak butuh perjuangan.

Alkisah, salah satu presenter media kampus yang saya ikuti tiba-tiba melihat Bang Andy. Saking sedihnya karena kejadian di luar konsep tersebut, dia langsung ngajak buat wawancara Bang Andy pas dia lihat beliau. Dia sangat antusias bahkan siap wawancara langsung karena dia sudah tahu banyak tentang Bang Andy. Akhirnya saya dan beberapa teman menuruti permintaan si cantik ini, you can mention her Veve.

Saya berusaha meminta izin lewat kru Kompas yang sedang berada di dekat bakcstage. Namun hasilnya nihil. Minta tolong dengan atasan media kampus saya, nihil juga. Karena keinginannya yang banget-banget itu, akhirnya Veve menekatkan diri untuk langsung masuk ke backstage dan bertanya langsung pada Bang Andy. Saya cuma menemaninya. Di dalam ruangan, Bang Andy sedang berfoto-foto dengan orang-orang di dalam ruangan itu. Setelah selesai, Veve langsung nyamperin Bang Andy. Dia meminta dan menjelaskan ketahuan dia akan Bang Andy. Akhirnya, Bang Andy pun luluh dan mau diwawancarai :3

You can see the result here: Wawancara ekslusif dengan Andy F. Noya.

Wawancara yang berlangsung berbicara tentang pengalaman Bang Andy di bidang jurnalistik. I met the senior jurnalist. Dan di sini, ada hal berharga yang diutarakan beliau yang juga terekam dalam video di atas.

Menjadi seorang jurnalis harus mempunyai integritas. Profesi ini bukan sekadar untuk mencari nafkah, tetapi di sini, jurnalis memiliki tanggung jawab penting dimana harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat dengan fakta sebenar-benarnya. Kalau nggak gitu, bukan jurnalis sejati namanya atau hanya tukang cari berita

Andy F. Noya

Memang sih hal tersebut di atas bukanlah hal yang baru. Anggap saja sebagai pengingat. Menurut saya, profesi apa pun juga demikian. Jadi harus fokus dan benar-benar tulus pada profesinya, bukan pada uang yang akan di dapatnya. Uang hanyalah bonus dari usaha kita. Kalau kita tulus, kerja bagus, uangΒ halal bakal ngalir, insya Allah πŸ™‚

Yeay, ini oleh-oleh wawancara bersama Bang Andy.

andy f noya

Tim Andy F Noya πŸ˜€

Aiman Witjaksono

Sejujurnya saya baru tahu kalau Aiman ini adalah news anchor Seputar Indonesia (RCTI) setelah diberitahu dan melihat fotonya serta melihat aslinya, wkwk. Parah!

Wawancara dengan beliau cukup singkat karena beliaunya terburu-buru untuk terbang ke kota lain. Video tentang wawancaranya dengan Aiman bisa dilihat di sini ya.

Yang menarik dari Aiman ini adalah, beliau seorang sarjana teknik yang kini menjadi seorang news anchor. Memang tak ada hubungannya. Tapi, kata beliau, meski tak ada hubungannya, kita harus tetap menyelesaikan studi yang kita ambil. Wah ini membuka peluang saya menjadi seorang jurnalis juga. OK kak, akan saya selesaikan studi saya! *inimah harus, terlepas dari jadi-atau-tidak-jadinya saya melanjutkan karir di bidang jurnalistik*

Cukup singkat memang, tapi senang ternyata bisa bertemu dengan orang yang tak disangka-sangka.

aiman wicaksono

Rada nge-blur :” | with Aiman Witjaksono

Yenny Wahid

Wawancara dengan Bu Yenny, putri dari mantan presiden Gus Dur, membahas soal pendidikan. Pesan dari Bu Yenny yang saya ingat adalah,

Meski kita seorang wanita dan mungkin hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, kita tetap harus memiliki pendidikan yang tinggi. Ini berguna untuk mengajari anak-anak kita nanti, dan anak-anak kita nanti berhak lahir dari rahim ibu yang cerdas. Dan, ini juga bisa sebagai pegangan kita ketika suami kita “kenapa-napa” sehingga penghasilan kurang atau bahkan tidak ada, orang tua juga tidak memungkinkan untuk memberi nafkah kita, dan lain-lain. Jadi pendidikan itu tetap penting.

Yenny Wahid

Such a great advices, Bu ❀

Sujiwo Tejo

Kalau wawancara dengan beliau ini, saya tidak turut membantu dalam prosesnya. Jadi kalian bisa langsung lihat ke videonya di link ini ya: Wawancara Ekslusif dengan Sujiwo Tejo

That’s all about behind the scene of our story at Kampus Kompas TV. Ternyata panjang juga ya post ini, hehe. Untung dipisah dengan sebelumnya πŸ˜›

Btw, terima kasih yang sudah membaca dari post sebelum dan yang terakhir ini πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s