Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Sumber: IMDb

Sudah telat sekali rasanya update tentang film ini, padahal saya nontonnya nggak jauh setelah film ini perdana tayang di Indonesia. Namun karena tuntutan perkuliahan yang masih menjadi prioritas, saya empet dulu deh sharing tentang film ini.

Oya, sebelumnya saya ingin memberitahu terlebih dulu, bahwa saya bukanlah orang yang suka dengan film Harry Potter. Bukan tidak suka, hanya saja tidak terlalu addict karena saya tidak mengikuti filmnya semenjak seri pertama. Pun juga nonton filmnya di bioskop juga belum pernah, kebanyakan nonton film ini hanya ketika disiarkan di televisi. Tapi tau kan, pasti beda rasanya kalau nonton di bioskop dengan ketika di rumah πŸ˜€ Sehingga, film Fantastic Beast and Where to Find Them ini menjadi film β€˜serupa’ Harry Potter yang saya tonton pertama kali di bioskop.

Sinopsis

Pemeran utama dari film ini adalah karakter yang saya kira orangnya cupu banget. Dia membawa tas kulit kotak dengan wajah yang seperti orang cupu (hiks, maaf) namun murah tersenyum. Adalah Newt Scamander (Eddie Redmayne) yang memerankan peran utama tersebut. Pria ini berasal dari London dan sedang berkelana ke New York untuk mencari sesuatu yang katanya hanya bisa dibeli di sini (di New York maksudnya, bukan di Indonesia). Tas kulit yang dibawa Newt tersebut ternyata bukanlah tas biasa, namun tas ajaib yang di dalamnya terdapat berbagai alam liar dengan binatang-binatang hidup yang berkeliaran di alam dalam tas tersebut.

Ketika di New York, binatang-binatang tersebut tak sengaja terlepas dari tas Newt. Jika dalam kartun Doraemon yang mempunyai kantong ajaib adalah seekor kucing, maka dalam film ini terdapat semacam platipus yang juga mempunyai kantong ajaib. Platipus tersebut adalah Niffler, yang dapat membuat saya gemesz dengan tingkahnya. Binatang ini sangat suka dengan benda berkilauan, seperti emas atau permata. Pertama kali ia terlepas dari tas Newt yaitu ketika ia melihat benda berkilauan dalam sebuah bank. Akibatnya, Newt harus menangkap si Niffler ini di tengah kerumunan orang yang berada dalam gedung yang sama. Dan di gedung inilah Newt bertemu dengan seorang teman bernama Jacob Kowalski (Dan Fogler).

Niffler yang menggemazkan!!

Di New York ini, penduduk kotanya terbagi menjadi dua jenis, penyihir dan bukan penyihir atau yang mereka sebut No-Maj (No Magic atau dalam Harry Potter disebut Muggle). Mereka yang menjadi penyihir benar-benar menyembunyikan kemampuan mereka di depan No-Maj dengan berbagai hukum-hukum yang harus dijalani. Newt sebagai pendatang baru, mungkin belum mengetahui akan hal tersebut. Sehingga ketika secara sengaja menggunakan sihir untuk menangkap binatangnya di depan No-Maj (Kowalski), Newt kemudian dibawa oleh mantan Auror, Tina (Katherine Waterson) ke sebuah kementerian sihir New York, Macusa. Selain karena Newt menggunakan sihir di depan No-Maj, ia juga diduga sebagai tersangka pemilik makhluk yang sedang membuat kekacauan di New York dalam beberapa hari terakhir.

di Macusa

Penampakan si pembuat onar (Obscurus)

Ketika Newt dan Kowalski berusaha menangkap satu per satu binatangnya yang terlepas, di sisi lain ada seorang dari Macusa, yaitu Graves (Colin Farrell) yang sedang mencari-cari si makhluk misterius. Makhluk ini bisa dicari karena ia bisa berubah diri menjadi wujud manusia. Graves bekerja sama dengan seorang anak dari (seperti) sebuah panti asuhan (kalau tidak salah sebutannya adalah Salem), yaitu Credence (Ezra Miller). Anak ini seperti seorang yang sangat penakut sehingga selalu terlihat aneh. Dia pun menyadari bahwa dirinya banyak dianggap seperti orang yang aneh.

Si penakut

Kalau dilirik gini mah jadi saya yang takut (/*-*\)

Karena hasil kerja sama tersebut tidak berbuah manis, akhirnya Graves meninggalkan Credence begitu saja. Credence jelas merasa kecewa pada Graves dan akhirnya marah besar kepadanya. Di sinilah Graves baru menyadari sesuatu.

Penasaran dengan sesuatu tersebut? Tonton saja filmnyaaaa πŸ˜€ seru banget kok, saya juga tidak menyesal menonton film ini.

Hint: makhluk misterius nantinya diketahui namanya adalah Obscurus (benar kan?)

Review

Alur cerita dari film ini cukup bagus karena saya cukup dapat menikmati filmnya dengan baik. Suguhan efek-efek sihirnya juga dapat membuat saya terkagum-kagum, meski tidak seperti kagumnya saya pada film Doctor Strange. Haha, memang beda sih gimana sih Deli ini *kabur* Mungkin yang biasa menonton Harry Potter tidak terlalu asing dengan suguhan efek-efek sihir dalam film ini.

Selain alur ceritanya cukup bagus, konflik yang diangkat dari film ini juga cukup banyak, mulai dari yang ringan hingga berat. Seperti Kowalski yang awalnya ditolak untuk meminta kredit bank, Newt yang kehilangan hampir seluruh binatang yang ada dalam tasnya dan berusaha menangkap satu per satu dari mereka, hingga konflik utamanya perihal Obscurus. Namun hal yang membuat saya agak kecewa adalah di bagian ketika para Auror mengalahkan Obscurus. Menurut saya adegan ini terlalu cepat, terlalu mudah, dan terjadi begitu saja. Ketika saya tanya ke Mas, dia menjawab ya bisa aja kayak gitu, kan yang bunuh para Auror, maksudnya orang yang level kekuatan sihirnya sudah bagus. Padahal saya mengiranya Obscurus nantinya akan dirawat oleh Newt, karena di dalam tas kulit Newt itu juga ada Obscurus, tapi masih kecil. Ya sudah deh, gimana lagi filmnya memang begitu kok, hehe.

Masih tentang alur cerita, menurut saya alurnya juga susah ditebak, terutama pada inti konfliknya mengenai si Obscurus. Jadi mulai pertengahan (ketika Tina sudah mulai pro dengan Newt) hingga akhir, semuanya akan terbongkar satu per satu, seperti siapa yang menjadi Obscurus, sampai seorang dari kementerian yang ternyata adalah tokoh yang selama ini menjadi buronan (wah siapakah ini? *Jeng jeng jeeeng*)

Saya suka ketika melihat binatang-binatang yang ada dalam film ini. Ada yang lucu seperti Niffler, burung raksasa, lalu ada yang bentuknya seperti tanaman kecil namun bisa bergerak-gerak, badak bercula satu, ular yang mungkin ini jadi lambang huruf β€˜S’ dalam judul film ini, dan masih banyak lagi. Mungkin penggemar Harry Potter sudah tidak asing dengan binatang-binatang tersebut, mungkin ya πŸ˜€

Saya juga ingin menarik kata-kata saya yang menganggap bahwa Newt adalah seorang yang cupu. Ternyata dia keren banget apalagi ketika mulai memainkan sihirnya. Tak lupa juga Tuan Kowalski yang menjadi pemanis serta pemecah tawa penonton dalam film ini. Postur tubuhnya yang (maaf) β€˜lebar’ itu ditambah dengan kepandaiannya dalam berekpresi wajah, sangat mendukung dirinya sebagai seorang No-Maj yang polos akan dunia sihir. Selain itu, adegan Kowalski yang jatuh cinta dengan Queenie, adik Tina, juga romantis.

#eaaaaaa

Dan di akhir cerita, perpisahan antara Newt, Queenie, Tina dengan Kowalski sedikit membuat saya terharu (baper). Padahal Queenie dengan Kowalski sudah merasa saling cocok, namun mereka harus berpisah karena Kowalski tetaplah seorang No-Maj. Sedangkan perpisahan antara Tina dengan Newt malah tidak membuat saya sedih, entah kenapa bisa gini, wkwk. Mungkin saya lebih menyukai pasangan Queenie-Kowalski.

Secara keseluruhan film ini bagus dan recommended banget! Terutama bagi penggemar Harry Potter mungkin ya. Saya sebenarnya juga kurang tau, apakah Harry Potter dan film ini memiliki ciri khas yang sama atau tidak, tapi lebih baik para penggemar Harry Potter nonton deh, supaya bisa bernostalgia mungkin πŸ˜€

Rating

IMDb: 7,8/10 (per 3 Desember)

Rate versi saya: 8,2/10.

Advertisements

5 thoughts on “Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s