Pertama Kali Nonton Film Korea dan Anime Jepang

Saya bukanlah pecinta film Korea ataupun anime. Namun, atas dasar rekomendasi dari teman-teman yang menyukai kedua tontonan tersebut,  saya akhirnya mencoba menonton jenis kedua film itu, yaitu Train to Busan dan Kimi no Na wa (atau dalam English adalah Your Name). Film pertama saya tonton bersama teman-teman di laboratorium jurusan saya *wah ini nih penyalahgunaan fasilitas lab* sedangkan film kedua saya tonton di bioskop, juga bersama teman-teman saya, karena Mas sepertinya tidak tertarik dengan jenis film-film itu.

Baca juga: Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)

Train to Busan

Film ini bercerita tentang sebuah keluarga inti (orang tua dan satu anak) dimana orang tuanya telah berpisah. Sang anak, Soo An (Soo-An Kim), ingin pergi menemui ibunya di Busan saat hari ulang tahunnya. Di tengah kesibukannya sebagai seorang manajer perusahaan, si Bapak, Seok Woo (Yoo Gong) pun berusaha membahagiakan anaknya di hari ulang tahunnya itu. Akhirnya berangkatlah mereka ke Busan dengan menaiki kereta api.

Konflik yang diangkat di sini adalah tiba-tiba ada seorang penumpang yang terkena infeksi sehingga menjadi seperti zombie. Aturan mainnya di sini adalah ketika zombie ini menggigit manusia lain, maka dia akan berubah menjadi zombie juga. Singkat cerita, banyak sekali penumpang yang sudah mulai terkena infeksi zombie ini.

Rasa kemanusiaan masing-masing penumpang benar-benar diuji dalam film ini. Apakah mereka hanya memikirkan keselamatannya sendiri atau mau ikut membantu menyelamatkan orang lain.

Konflik memuncak ketika hanya tinggal segelintir orang yang masih belum terkena infeksi zombie. Mereka adalah si anak, si ayah, si ibu hamil, si suami ibu hamil, si orang stres, si bapak egois, dan sopir kereta (anggap itu karakternya ya, karena namanya susah untuk dihapal, hehe).

Mereka berusaha mencapai Busan dengan cepat, karena hanya Busan lah satu-satunya kota yang masih belum terkena infeksi zombie. Parahnya, bapak egois ini benar-benar membuat jengkel saya dan teman-teman. Dimana ketika segerombolan si anak sampai orang stres itu masih berusaha menyelamatkan diri dan orang lain dari zombie, si bapak egois ini malah ‘memakankan’ orang lain agar dirinya tidak terkena infeksi, bahkan kepada orang yang pernah menolongnya, yaitu pelayan kereta.

si orang ngeselin!!!

Akhir cerita, yang selamat hanyalah si anak dan si ibu hamil, dan mereka berhasil sampai di Busan dengan tidak terinfeksi. Ayah dari anak kecil ini terkena infeksi ketika melawan si egois (AKHIRNYA DIA KENA INFEKSI) agar turun dari satu gerbong kereta yang bisa dinaiki untuk menuju Busan. Di gerbong inilah rasa haru (saya sampai nangis 😥 ) saya rasakan karena ayahnya rela berkorban demi melihat anak dan si ibu hamil selamat sampai ke Busan. Ayahnya yang masih berada dalam kereta dengan kondisi sudah terkena infeksi, rela menjatuhkan diri dari kereta agar mati saja daripada harus menginfeksi kedua orang yang masih bersih dari zombie.

Saya sebagai orang yang baru melihat drama ini, benar-benar terharu. Bagaimana tidak, di film itu benar-benar bisa mencampurkan semua karakter dalam satu film, mulai dari yang egois hingga yang baik hati. Akting dari tiap-tiap pemain juga membuat para penonton paham karakter seperti apa mereka. Benar-benar bisa bikin penonton, apalagi saya, menjadi marah dan kesal hingga nangis. Ah suka banget!!

Rating IMDb: 7,6/10 (per 18 Desember 2016)

Rating versi saya: 9/10

Kimi no Na wa (Your Name)

Kalau film ini adalah jenis anime Jepang. Film ini bercerita tentang tokoh perempuan yang jiwanya bertukar dengan tokoh lain yang LAWAN JENIS. Adalah Mitsuha Miyamizu (Mode Kamishiraishi) yang bertukar dengan Taki Tachibana (Ryunosuke Kamiki). Selain itu, jiwa Taki pun juga berada dalam raga Mitsuha. Pertukaran ini mungkin terjadi akibat doa Mitsuha yang menginginkan dirinya esok terbangun menjadi seorang yang tampan dan tinggal di kota (Tokyo).

Di sini banyak sekali kelucuan ketika mereka bertukar jiwa. Taki yang biasanya keras dan sama sekali tidak lembut menjadi seorang yang sangat lembut hingga semua temannya heran melihat tingkahnya yang aneh itu. Dan saat pertama kali mereka bertukar tubuh, tentunya mereka belum saling beradaptasi dengan lingkungan sekitar gitu, jadinya mereka disangka orang aneh dan seperti hilang ingatan. Nah, karena kelemahlembutan Taki itu,  akhirnya dia dapat mengambil hati wanita yang ia sukai di tempat kerjanya (saya lupa namanya). Teman-teman sekantor Taki yang juga menyukai wanita itu, sangat kesal kepada Taki karena ia berhasil mengajak wanita itu kencan.

Di sisi lain, jiwa Taki yang berada dalam tubuh Mitsuha juga memberikan adegan-adegan lucu. Adegan ini hanya untuk orang dewasa ya 😀 Ya bisa dibayangkan kan, ketika seorang laki-laki terbangun menjadi seorang perempuan, apa yang pertama kali dipegangnya? Pasti tiiiit. Hal ini diputar berulang-ulang dan dapat memecah tawa penonton se bioskop. Di samping kelucuan Mitsuha yang sebenarnya adalah Taki, Mitsuha menjadi seorang yang lebih jantan ketika di sekolahnya. Teman-temannya pun juga banyak yang heran dengan tingkahnya, terutama adiknya.

Yang menjadi konflik dari film ini adalah, ketika mereka kembali pada tubuh masing-masing, mereka lupa dengan nama pemilik ‘tubuh yang ditumpanginya’. Tak se-simpel itu, film ini ternyata sangat rumit. Saya sampai bingung ketika di tengah film. Masalahnya adalah, desa tempat Mitsuha tinggal sebenarnya merupakan desa hilang, yang tiga tahun lalu (waktu mengikuti film ya) terkena ledakan dari meteor yang jatuh ke bumi.

Tapi karena dimensi waktu yang dapat diputar dengan kepercayaan mereka (seperti ada karet merah gitu) akhirnya Mitsuha dapat ditolong oleh Taki. Dan ternyata di real waktu dalam film tersebut, Mitsuha telah berada se kota dengan Taki, yaitu di Tokyo.

Itu karet merahnyaa | Taki (kiri) – Mitsuha (kanan)

Sebenarnya menurut saya film ini tidak begitu bagus, namun yang membuat gregetan adalah dimensi waktunya ini. Jadi suatu ketika saat mereka bertemu di dimensi waktu, mereka hampir saja saling bertukar nama agar mereka saling ingat satu sama lain. Namun, waktu berkata lain. Saat senja sudah hilang, mereka tidak bisa lagi bertemu. Sedangkan, baru Taki yang telah menuliskan sesuatu di telapak tangan Mitsuha. Saya kira itu adalah tulisan nama ‘Taki’, agar Mitsuha tau siapa namanya, namun ternyata itu adalah tulisan ‘I Love You’.

Gemeees pas adegan di sini (adegan senja)

Otomari | Tempat mereka bertemu

Ah penuh drama film ini 😀 tapi emang romantis. Jadi asal mula judul “Your Name” ini adalah karena mereka berdua saling tidak tahu nama satu sama lain, sedangkan mereka yakin bahwa mereka mengenal satu sama lain.

Film ini bagus dari segi visual yang disajikan, karena terlihat begitu nyata. Apalagi ketika menampilkan visual sisi pemandangan alam di desa Mitsuha. Namun menurut cerita, dari segi kerumitan, film ini sangat rumit. Dari segi inti cerita, sebenarnya biasa saja, hanya kerumitan itulah yang membuat cerita ini begitu bagus. Teman saya pun sampai bertanya-tanya, “kok bisa ya kepikiran bikin film kayak gitu?”

Apa kamu sudah lihat film ini? Kalau belum, coba deh ditonton. Worth it kok 🙂

Rating IMDb: 8,8/10 (per 18 Desember 2016)

Rating versi saya: 8,5/10.

Advertisements

6 thoughts on “Pertama Kali Nonton Film Korea dan Anime Jepang

  1. storyofjho says:

    Kimi No Nawa itu keren banget sih. Asli bikin baper filmnya… Plot ceritanya keren gila. Pantes sih jadi film animasi terbaik 2016. Tapi buat pecinta Anime yang action mungkin agak susah dapet feelnya

    Like

  2. Yudo says:

    Karet merah itu yg bikin mereka terhubung adalah tali rajut (ikat rambut) milik mitsuha yang diberikan kepada taki saat mreka bertemu di shinkasen (kereta) dan saat itu taki belum mengenal mitsuha, karena pertukaran beda tahun dan kebetulan saat itu adalah 1 hari sebelum komet jatuh di itomuri. Nice movie i ever seen hahaha. Fyi crushnya si taki itu Otsuka senpai kan hahaaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s