#temantapimenikah: Saya Kira Cuma Ada di Sinetron

2017-01-08

Foto dari ig @ditto_percussion

Wah sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis di blog. Sampe-sampe nggak kerasa sudah ganti tahun, hiks. Padahal akhir tahun kan identik dengan liburan ya sehingga seharusnya saya punya waktu untuk nge-blog. Tapi akhir tahun ini ada yang berbeda dalam kehidupan saya. Bukan, bukan karena saya melewati akhir tahun kemarin dengan berekreasi ria. Saya bahkan belum pernah (seingat saya) pergi rekreasi di akhir tahun, meskipun tak jarang ada yang mengajak untuk jalan-jalan melepas penat selama kuliah satu semester.

Hal yang berbeda di tahun ini adalah, sebagai mahasiswa tahun akhir, saya tentunya disibukkan dengan urusan skripsi. Terlebih karena saya memutuskan untuk mengambil mata kuliah Tugas Akhir saat pengisian formulir rencana studi selama satu semester kemarin. Hal ini berarti saya berharap dapat menyelesaikan perkuliahan saya setelah semester kemarin berakhir, namun takdir berkata lain, hiks. Saya akan ceritakan kesibukan saya dalam mengerjakan skripsi di post berbeda saat skripsi saya sudah kelar ya ๐Ÿ˜€ hehe, biar lebih dramatis. Jadi karena keinginan saya tersebut belum tercapai, maka di tahun 2017 ini salah satu resolusi saya adalah mewujudkan keinginan saya untuk lulus tersebut *mohon doanya juga*

Di tengah-tengah kepenatan kesibukan mengerjakan skripsi, saya sempat membaca suatu novel yang diangkat dari kisah pasangan selebriti Ayudia Bing Slamet dan sahabatnya, Ditto. Saya tertarik untuk membaca novel ini karena teman saya mampu membuat saya tertarik *gitu deh pokoknya*Judulnya dengan tagar #temantapimenikah pun turut membuat saya semakin tertarik dan bertanya-tanya, hubungan teman seperti apa yang bisa membuat mereka bisa menikah? Apakah beneran hanya โ€œtemanโ€? Maksud saya, teman yang bukan teman sepermainan atau bukan temen deket gitu.

Baca juga: Sinopsis & Review Novel Matahari-nya Tere Liye

Novel ini murni bercerita tentang kehidupan kisah cinta Ayudia (dipanggil Ucha) dan Ditto *eh tapi ada juga sih singgung soal pekerjaan mereka*. Tetapi bukan mereka yang saling menjalin cinta, namun masing-masing dari mereka bersama orang lain. Cerita dimulai ketika Ditto mulai bertemu dengan Ucha untuk pertama kalinya, yaitu saat MOS SMP. Yang namanya jodoh ya pasti sudah didekatkan kan, begitu juga dengan mereka secara nggak sadar. Jadi sejak saat MOS tersebut, Ucha mendapatkan tempat duduk sebangku dengan Ditto. Berawal dari situlah pertemanan mereka dimulai. Bahkan setelah MOS, mereka tetap berada dalam satu kelas dan satu bangku lagi hingga hubungan mereka menjadi persahabatan.

Saat masih sekolah, mereka pernah menjalani satu ekstrakurikuler bersama, yaitu band. Awalnya Ditto yang mengajak Ucha bergabung dalam ekskul tersebut, yang ternyata akhirnya dia akui bahwa ajakannya ini semata-mata agar dia bisa dekat terus dengan Ucha #ea. Hingga saat SMA pun, yang akhirnya mereka dapat menepati janji untuk satu sekolah, mereka tetap dekat seperti perangko. Ketika kenaikan kelas 2 SMA, mereka akhirnya berpisah jurusan, Ucha mendapat jurusan IPS, sedangkan Ditto IPA. Ucha sangat senang sekali berada di jurusan IPS, namun tidak dengan Ditto. Ditto pun memutuskan untuk pindah jurusan, meskipun mamanya tidak setuju dan otak Ditto –yang jago pelajaran hitunganโ€”sebenarnya tidak menyanggupi untuk pelajaran hafalan seperti yang ada pada jurusan IPS. Namun akhirnya BK sekolah Ditto mengabulkan permintaannya. Ditto senang, walaupun dia tidak sekelas dengan Ucha.

Bicara soal percintaan, mereka berdua bisa dibilang sangat sering gonta-ganti pacar. Keduanya. Ditto dan Ucha, bukan Ditto dengan Ucha, hehe. Kadang putus-nyambung, kadang habis putus terus tiga hari kemudian sudah dapat pacar lagi, begitu seterusnya. Alasan putus dari keduanya (terutama Ditto), sering sekali karena dia bosan, padahal karena dia memendam rasa pada Ucha. Dan ketika dia curhat sama Ucha lalu Ucha menyuruhnya putus, Ditto pun melakukannya. Sebagai siswa yang keren di sekolahnya, tentu membuat Ditto nggak perlu kesusahan dalam mencari pacar baru, sehingga inilah yang membuat dia sering gonta ganti pacar. Katanya (dalam novel), dari sekian banyak (mantan) pacar Ditto dulu, hanya satu yang berani curhat dengan Ucha (sebagai sahabat dekat Ditto). Alasannya karena Ucha yang terlihat sangat tomboy, membuat cewek-cewek yang mendekati Ditto tidak berani untuk curhat dengan sahabatnya itu. Pun ketika yang berani curhat itu sudah curhat ke Ucha, Uchanya tetap cuek dalam menanggapi curhatan si cewek itu ๐Ÿ˜€

Captionnyaaaa (/*-*\) โค

Satu hal yang menjadi kesepakatan mereka bersama pasangannya adalah โ€œmasing-masing pacar mereka harus mau menerima persahabatan merekaโ€ yang sebenarnya memang sulit diterima. Mereka sering double date, atau pernah single date namun Ditto ngintil Ucha pacaran, atau sebaliknya. Dari sini gemes sih, kenapa mereka nggak pacaran aja sekalian ๐Ÿ˜†

Persahabatan mereka agak merenggang ketika selama mereka memasuki perkuliahan dan pasca kuliahnya. Penyebabnya adalah karena Ditto harus kuliah di luar kota, namun setiap weekend, Ditto tidak pernah absen untuk kembali ke Jakarta, demi bandnya, dan tentunya Ucha. Meskipun sering juga mereka tetap nggak bisa ketemu. Ucha pun juga jadi sering susah dihubungi, karena pacarnya saat itu (Ibnu kalau ga salah ingat), cemburu dengan hubungan persahabatan mereka. Bahkan pacar Ditto saat kuliah pun juga ikut cemburu dengan persahabatan mereka. Tapi ya sekali lagi, yang namanya jodoh juga tetep aja mereka dekat meski pacarnya sama-sama cemburuin hubungan mereka.

Setelah Ucha putus dari pacarnya yang terakhir (Ibnu/Arman gitu), Ditto pun sebenarnya berusaha untuk menghibur Ucha dengan menjadi mak comblang antara Ucha dengan teman bandnya. Namun Ucha memutuskan untuk menjadi seperti Ditto, yang ingin โ€œjomblo aja karena capek pacaranโ€. Nah, gak lama kemudian (backsound lagu Zigas โ€“ Sahabat jadi Cinta) Ditto akhirnya nembak Ucha deh. Saya mbatin dalem hati, AKHIRNYAAAA!! Awalnya si Ucha jadi salah tingkah gitu ke Ditto. Dan ternyata, Ucha nya jadi sadar juga bahwa mungkin selama ini dia juga menyimpan rasa yang sama ke Ditto, cuma dia belum tahu aja rasa apa itu. Ahhhh โค

Novel ini cukup menarik karena bener-bener memfokuskan gimana perjalanan cinta mereka sampai akhirnya mereka bisa bersatu, gimana mereka saling mendukung satu sama lain, saling menguatkan satu sama lain, hingga mereka sadar bahwa sebenarnya โ€œadaโ€ sesuatu yang sebenarnya mereka rasakan terhadap satu sama lain, yang pastinya lebih dari sahabat. Saya senang baca novel ini, selain karena mudah dipahami, novel ini juga diangkat dari kisah nyata yang mungkin sebagian orang (termasuk saya) dapat menganggap cerita-cerita macam gini cuma ada di TV. Saya juga senang setiap kali Ditto (ini penulis utamanya Ditto pasti yaa) mengutarakan perasannya lewat header di setiap โ€˜babโ€™ yang ada dalam novel. Bagian yang saya suka adalah ketika Ditto berkata โ€œGa nyangka kalo lo (Ucha) yang jadi ibu dari anak gue. Padahal dulu gue maunya Ucha yang nemenin gue nyari babystuff, sebagai sahabat gueโ€ kurang lebih kayak gitu. Kebayangkan, gimana persahabatannya mereka? Persahabatan yang memang mereka jalani benar-benar murni persahabatan, karena Ditto emang memendam perasaannya selama mereka bersahabat. Banyak banget yang nggak percaya kalau mereka bakal โ€œjadiโ€, tapi ada juga yang sudah menyangkanya. Di akhir halaman novel, ada koleksi foto-foto mereka dari SMP sampai mereka nikah lho! Sayangnya fotonya tercetak hitam putih, hiks. Saya doakan semoga langgeng pernikahannya ya kak Ucha dan kak Ditto, lenggeng sampai di surga

Siapa coba yang ga gemeees? (Foto dari ig @ayudiac)

Jodoh emang ngga kemana โค

Ps. Awas ya kalau habis baca ini bisa-bisa jadi kepikiran, โ€œApa temenku ini jodohku ya?โ€ wkwk. Btw IG2 di atas bikin baper deh #eh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s