Beauty and The Beast: Si Pahlawan Cantik

Assalamualaikum.

Saat menonton film Logan kemarin, ada trailer Beauty and The Beast ditayangkan. Saya langsung tertarik. Menurut saya ini sangat seru bila ada film Disney yang mulanya kartun lalu diangkat menjadi live action, seperti tahun sebelumnya ada Cinderella (2015). Karena pasti seru melihat khayalan cerita dongeng masa kecil yang diperankan langsung oleh manusia-manusia dan yang pasti yang jadi princessnya sangaaaaat cantik ditambah mengenakan gaun yang sangat anggun hasil gambaran animator (awalnya) yang akhirnya menjadi kenyataan. Ah ❤

Sebenarnya saya belum pernah menonton film princess The Beauty and The Beast ini dan saya tidak ingin menontonnya terlebih dahulu agar saya benar-benar tidak tahu bagaimana jalan ceritanya. Seperti film-film serupa lainnya, yang ada dalam bayangan saya adalah pasti kedua tokoh tersebut saling jatuh cinta agar Beast kembali menjadi manusia.

Baca juga: Pertama Kali Nonton Film (Drama) Korea dan Anime Jepang

Sinopsis

Once upon a day (biar terasa dongengnya), ada seorang pangeran Perancis (Dan Stevens) yang memiliki watak sombong dan jahat. Ketika menjadi pangeran, dia tidak menyejahterakan rakyatnya. Sebaliknya, dia selalu menaikkan pajak untuk dapat digunakan berpesta dengan gadis-gadis cantik di istananya. Kebahagiaan pangeraan saat berpesta hari itu pun sirna saat tiba-tiba ada nenek tua yang masuk ke dalam istananya.

Nenek tersebut ingin meminta pertolongan namun sang pangeran tak mengindahkan permintaannya. Ketika itu, nenek tua tersebut langsung berubah menjadi penyihir cantik. Pangeran dan orang-orang yang tadinya berpesta dalam istana sangat ketakutan dan berhamburan keluar saat penyihir mengeluarkan kutukan untuk istana itu beserta isinya. Sang pangeran pun berubah menjadi makhluk yang buruk rupa, sedangkan pelayan sang pangeran berubah menjadi barang-barang antik di istana. Kutukan tersebut dapat hilang ketika Beast menemukan wanita yang dicintai dan mencintainya sebelum semua petal pada bunga mawar habis.

Ini mawarnya | source

Jauh dari istana yang terkutuk tersebut, terdapat sebuah desa kecil. Dalam desa tersebut ada seorang gadis cantik jelita bernama Belle (Emma Watson). Belle sangat menyukai buku, baginya desa kecil yang ia tinggali terasa begitu luas saat ia membaca buku. Namun ternyata penduduk desa banyak yang menganggapnya aneh, bahkan saat Belle mengajari seorang anak kecil untuk membaca, dia menerima respon yang tidak bagus dari penduduk desa. Meski begitu, Belle sangat diinginkan oleh pemuda yang dihormati penduduk desa, Gaston (Luke Evans). Gaston mencoba untuk melamar Belle, namun Belle teguh tidak mau menerima dia sebagai suaminya.

Maurice dan Belle

Suatu hari ayah Belle, Maurice (Kevin Kline) bersama Phillipe (kuda kesayangan Maurice) akan meninggalkan Belle untuk menjual hasil karyanya. Belle selalu menitip untuk dibawakan bunga mawar ketika ayahnya pergi seperti ini. Namun tak disangka, ternyata Maurice tersesat di hutan karena saat itu hujan salju turun, padahal belum waktunya. Dan parahnya lagi, banyak sekali serigala yang siap menerkam Maurice dan kudanya. Untungnya Maurice dan kudanya berhasil lolos dari serigala-serigala tersebut ketika sampai di sebuah istana yang terlihat kosong. Di sinilah Maurice bertemu dengan Beast saat dia memetik bunga mawar yang akan dibawanya pulang untuk diberikan pada Belle.

Karena Phillipe sendirian berhasil melarikan diri dan kembali ke desa, Belle merasa ada sesuatu yang terjadi dengan ayahnya. Akhirnya ia menunggangi Phillipe dan menuju ke istana. Belle mendapati ayahnya ditahan dalam istana tersebut dan ia sangat terkejut dengan si pemilik istana yang menakutkan dan menyeramkan. Beast pun menjelaskan alasan mengapa ia mengurung Maurice dan bagaimana supaya Maurice bisa lepas dari tahanan. Belle pun berani menggantikan Maurice sebagai tahanan Beast agar ayahnya bisa kembali ke desa.

Melihat adanya seorang gadis menjadi tahanan Beast, para barang antik yang merupakan pelayan istana pun menaruh harapan besar kepada gadis tersebut. Mereka memberikan pelayanan sebaik mungkin dengan segala keterbatasannya. Awalnya Beast menentang tindakan para pelayannya. Namun ketika para pelayan menjelaskan harapan mereka terhadap Belle, Beast berusaha sekali untuk bersikap ramah. Sebenarnya Beast di sini juga menaruh harapan, namun dia sangat pesimis mengingat kondisinya yang buruk rupa itu. Kira-kira gimana ya cara Beast membuat Belle jatuh cinta padanya?

Lumiere saat menyiapkan makan untuk Belle

Review

Saya tidak tahu bagaimana detil cerita film ini pada versi animasinya. Yang saya yakini, pasti tidak jauh berbeda. Bila dibandingkan dengan film serupa, film ini memiliki beberapa twist yang menjadikan alur cerita tidak membosankan, salah satunya seperti diceritakannya mengapa ibu Belle meninggal saat ia masih kecil. Kejutan lainnya yang paling membuat saya terharu adalah ketika Beast melepaskan Belle dari istananya untuk menyelamatkan ayahnya. Meski Beast membebaskan Belle, ia sangat berharap bahwa Belle akan kembali untuknya. Aw, adegan di sini membuat saya ikut merasakan cinta tulus yang mungkin tidak dirasakan oleh Beast ☹

To be honest, sebenarnya saya sangat berusaha untuk menahan kantuk saat menonton film ini, dimana dari awal hingga akhir banyak sekali musical scene-nya. Bagi yang tidak menyukai film musikal, wajib sekali mempertimbangkan untuk menonton film ini, karena sangat disayangkan apabila sampai tertidur di dalam bioskop karena kebosanan. Namun di samping itu, saya sangat terkesan dengan adegan musikal saat para pelayan memberikan makan pada Belle. Terlihat animasi-animasi yang begitu menawan dan sangat membuat saya amazed saat animasi tersebut bersentuhan dengan Belle yang merupakan seorang tokoh manusia sungguhan.

Hal lain yang saya suka dari film ini (karena menurut ekspektasi saya filmnya datar-datar saja) adalah film ini dapat membuat saya emosi. Apalagi dengan kelakuan Gaston yang sangat pandai memutarbalikkan fakta sangat membuat saya gemas! Pengen mencakar dia rasanya 😆 *alay* LeFou (Josh Gad) *pst… saat banyak baca review tentang film ini, ternyata lelaki ini gay* teman akrab Gaston pun awalnya nyebelin karena tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya, rasanya saya ingin me-nggembosi orang ini 😆 Namun saya salut pada LeFou yang nanti akhirnya mata hatinya terbuka bahwa Gaston memiliki sifat yang buruk.

Si menyebalkan Gaston

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, yang saya nantikan saat film princess diangkat menjadi live action adalah kecantikan princess-nya saat mengenakan gaun. Saya jatuh cinta sekali melihat Belle yang sangaaaat cantik apalagi ditambah dengan gaun kuningnya yang begitu anggun. Rasanya saya pengen bawa pulang gaunnya buat nikah

Selain itu, sadar atau tidak, ternyata film princess Belle ini berbeda dari film-film serupa, lho. Di sini Belle lah yang menjadi pahlawan karena telah menyelamatkan pangeran dari kutukan si penyihir, bukan sebaliknya seperti snow white dimana pangerannya lah yang telah menyelamatkan snow white agar terbangun dari tidurnya.

Secara keseluruhan, saya suka dengan film ini karena telah memenuhi ekspektasi saya untuk melihat princess yang cantik 😃 *rendah sekali ekspektasinya, wkwk* Bercanda, hehe. Film ini sudah melampaui ekspektasi saya karena dapat mengaduk-aduk emosi saya. Kesal, senang, terharu, sedih, terkesan, saya rasakan saat menonton film ini 😊

Rating

IMDb: 7,8/10 (per 25 Maret 2017)

Rate versi saya: 8,0/10

Advertisements

9 thoughts on “Beauty and The Beast: Si Pahlawan Cantik

  1. Citra Permata Dewi says:

    Sama La La Land bagus yg mana mbak? Pernah denger cerita Emma Watson, klo sebenernya dia ditawari main di Beaty and The Beast dan La La Land. Tp akhirnya dia lebih memilih peran Belle di Beauty and The Beast

    Like

    • delinarahayu says:

      Aku belum nonton sih La La Land, jd ga bisa membandingkan 😢 iya aku jg baca isunya. Tapi pilihannya tepat menurutku, krn toh di sini aktingnya bagus, dan suaranya waktu nyanyi juga cakep 😀

      Anw, makasih mba Citra uda mampir 😊

      Like

  2. Nona Makeup says:

    Saya juga sudaj nonton filmnya sis, walaupun ceritanya sama saja, tapi saya suka sama kesegaran yang dibawa oleh film ini. Karena membawa nostalgia yang manis buat diri saya. apalagi pemeran asli the beastnya ganteng, hehehe….

    Like

  3. Little Boy says:

    Kalo gak salah, di film ini ada karakter yang diceritakan memiliki ketertarikan sesama jenis. Namun pas saya tonton ternyata karakter ini nggak terlalu berkaitan langsung dengan ceritanya. Karena pada akhirnya fokus utama dari film ini tetap di kedua tokoh utamanya, Belle dan The BEast.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s