Danur: Kisah Risa Bersama Teman-temannya

Assalamualaikum.

Baru kali ini, setelah sekian lama, saya kembali menonton film horor Indonesia. Terakhir kali apa ya? Lupa.. Atau kayaknya nggak pernah ya? -_-” Nonton film ini pun juga karena penasaran. Awalnya melihat dari LINE TODAY yang bilang kalau Prilly jadi sedikit aneh saat mata batinnya “dibuka”, alasannya dibuka supaya bisa melihat sehingga dapat memperdalam perannya sebagai Risa Saraswati, seorang indigo, dalam film Danur ini. Lalu setelah melihat dari video Raditya Dika ft. Prilly tentang Danur, jadi makin penasaran, wkwk. Karena dalam film ini disebutkan menceritakan kisahnya Risa yang mana sejak kecil ternyata dikaruniai kelebihan itu. Lalu yang semakin membuat penasaran lagi *banyak banget, wkwk*, katanya, “teman” Risa, Peter (dari alam lain), itu sempat nggak suka dengan poster film Danur ini yang mulanya didesain dengan gambar mbak kunti. Si Risa lalu bilang kan sama Prilly, dan akhirnya Prilly berusaha banget supaya tim produksinya mau mengubah poster tersebut, walaupun sangat susah ya, karena poster tersebut telah dipublikasikan. Ada lagi yang bikin mengejutkan, yaitu ketika premier film Danur ini, ternyata tiga “teman” Risa juga ikut menontonnya 😐 Jadi karena itulah saya ingin banget melihat film ini, ingin tahu bagaimana Risa bisa berteman dengan mereka. Tapi saya nggak berniat meniru kok, hanya ingin tahu aja.

*Ternyata pembukaannya kayak nggosip ya, wkwk*

Baca juga: Beauty and The Beast: Si Pahlawan Cantik

Sinopsis

Risa kecil ini tinggal bersama Ibu dan asisten rumah tangga di rumah neneknya. Namun Risa selalu sendirian, karena ibunya sibuk bekerja, ayahnya dinas di luar negeri, sedangkan neneknya harus dirawat di rumah sakit. Hari itu, Risa sedang berulang tahun. Saya kurang tahu kenapa, tapi waktu kecil, Risa terlihat cuek sekali dengan ibunya. Mungkin karena sebel kali ya ditinggal terus ☹ Saat ibunya ngajak bicara, Risa tidak menjawab gitu. Namun ibunya tetap sabar dan mengajak bicara, sampai ibunya harus berangkat ke kantor dan berjanji akan membawakan kado ulang tahun untuk Risa.

Saat menjelang malam hari, ternyata ibunya belum datang juga. Akhirnya Risa meniup lilin ulang tahunnya yang ke-8 sendirian. Sebelum tiup lilin, dia membuat permintaan, yang intinya semoga dia punya teman dan nggak sendirian lagi. Nah langsung lah setelah itu Risa bisa melihat teman, yang tak kasat mata, sedang bermain di rumahnya. Mereka adalah Peter, William, dan Jansen. Risa merasa tak ada yang aneh dengan mereka, justru dia senang karena akhirnya dia tak sendirian dan punya teman bermain.

Semenjak itu, hari-hari Risa menjadi bahagia. Dia tak lagi murung karena sekarang sudah memiliki teman. Namun hal ini terlihat aneh oleh orang yang tidak punya kemampuan seperti Risa. Seperti tukang kebun Risa yang akhirnya memberitahukan ibu Risa karena dia melihat Risa bermain dan tertawa sendiri, padahal tidak. Sang ibu terlihat tidak percaya. Dia akhirnya memanggil teman psikolognya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Risa. Saat bertemu Risa, ternyata si psikolog tersebut seperti menyerah, dan bilang kalau itu bukan bidang yang ia tangani atau si Risa nggak ada kelainan psikologis. Akhirnnya si ibu pun memanggil orang pintar, Mang Asep. Kali ini Mang Asep berhasil memecahkan kasus ini. Dia bilang ke ibunya Risa, “Risa ini punya tulang rusuk yang lenggang, jadi dia nggak boleh ditinggal sendirian dan melamun” intinya seperti itu *maap kalau salah yak* Mang Asep lalu berusaha menyadarkan Risa. Risa mencium bau Danur (bau mayat) saat itu lalu ia dapat melihat wujud asli teman-temannya. Spontan, Risa pun kaget dan berteriak. Sejak saat itu Risa tidak bertemu lagi dengan teman-temannya ☹

Bertahun-tahun kemudian, Risa telah tumbuh menjadi gadis cantik dan sudah mempunyai Adik, Riri. Suatu hari, Riri pergi bermain dan Risa sudah mengingatkan untuk pulang sebelum malam tiba (sebelum maghrib). Ternyata Riri bermain di sebuah pohon besar, dimana, saat Risa kecil bermain dengan teman-temannya, mereka tak memperbolehkan Risa bermain di pohon tersebut. Riri akhirnya bisa pulang, namun dengan diikuti seorang wanita, yang kemudian Risa mengiranya sebagai perawat neneknya. Untuk mengetahui wanita tersebut dan kelanjutan ceritanya, sebaiknya kalian menonton sendiri. Karena di sinilah kehororan yang paling menonjol dari film horor ini.

Review

Menurut saya film ini biasa saja, namun saya tetap tidak menyesal menontonnya. Film ini bukan sembarang film horor, namun (mungkin) diangkat dari kisah nyata Risa Saraswati. Dan visualisasi dari makhluk dari alam lain tidak terlalu berlebihan, seperti di kebanyakan film horor Indonesia, namun tetap bisa menyeramkan. Sebut saja Mbak Asih, yang hanya memakai daster, rambut terhelai biasa, namun yang bikin seram adalah ekspresi wajahnya. Biyuh, nggak tahan saya menatapnya ☹ Namun dari film ini, saya jadi tahu kalau ternyata kita yang manusia itu bisa berteman dengan mereka. Dan nggak semua dari mereka itu jahat, ada yang baik seperti teman-teman Risa ini. Walaupun, mereka pernah mencoba membuat Risa untuk bunuh diri waktu kecil, untungnya dapat ditahan oleh sang ibu. Tapi ini berdasarkan filmnya sih, saya tidak tahu aslinya bagaimana. Setelah nonton film ini pun saya jadi ingin membeli buku Risa, ingin tahu secara lengkap dan sebenarnya itu gimana. Tapi saya sendiri juga nggak yakin bakal berani baca ☹ gimana ya ☹

Sayangnya, di film ini ada beberapa aktor yang menurut saya (dan beberapa teman saya yang ikut nonton), yang perannya kurang greget. Seperti Mang Asep dimana saat dia dimintai tolong oleh sang ibu, tapi ternyata dia sudah dilemahkan oleh aura negatif Mbak Asih. Yang akhirnya sang ibu lah yang berperan. *tapi emang gitu kali ya ceritanya, hihi, protes aja sih Del* Lalu juga si saudara Risa, Andri kayaknya namanya. Saat dia melihat Mbak Asih dan di-apain gitu, saya juga nggak paham itu diapain, dia langsung terjatuh di lantai. Saya kira sudah mati, ternyata di akhir film dia masih hidup 😃 Kejutan kali ya ini, hehe.

Oh iya, tulisan berita ini bisa menggambarkan banyak hal dari film Danur dan kisah Mbak Risa. Dari Mbak Asih, sampai dimana akhirnya Risa bisa bertemu kembali dengan teman-temannya. Saya coba kutip ya, di berita tersebut mengatakan bahwa Risa bisa bertemu kembali dengan menyanyikan lagu Boneka Abdi dalam bahasa Sunda. Berikut lirik lagunya yang sering muncul di Film Danur:

Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka

Teu kinten saena sareng lucuna

Ku abdi di erokan, erokna sae pisan

Cing mangga tingali boneka abdi

Saya pribadi nggak asing dengan irama lagu tersebut, meskipun saya bener-bener nggak tahu lirik dan maknanya. Setelah mencari info dari mbah Gugel, ternyata maknanya menceritakan seseorang yang punya boneka yang sangat lucu nan bagus. Nah kaitannya dengan film Danur ini, saat Risa menyanyikan lagu tersebut, dia ternyata bisa kembali bertemu dengan teman-temannya 😊

Mungkin gak banyak yang bisa saya review, tapi saya cukup suka dengan filmnya. Banyak hal yang bisa saya ambil baik dari filmnya maupun dari hal-hal yang saya tahu berkat membaca berita tersebut dan melihat video-video terkait film ini.

  • Yang paling penting, terutama buat yang masih anak-anak, segera pulang sebelum maghrib tiba atau tidak keluar rumah saat maghrib
  • Seharusnya kita tidak boleh memandang sebelah mata atau memandang aneh seseorang yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasat mata. Ya mungkin awal-awal merasa aneh, cuma berkaca dari cerita Risa, mereka butuh dimengerti dan diterima. Karena toh mungkin beberapa dari mereka juga nggak bisa memilih dan sudah terlahir untuk menjadi seseorang yang memiliki kemampuan itu
  • Jangan suka melamun atau keseringan pikirannya kosong. Sebisa mungkin kalaupun melamun, lamunin sesuatu, jangan kosong. *gitu deh pokoknya*
  • Bagi yang hamil di luar nikah, menerima segala hujatan ketika anak dikatain haram memang teramat menyakitkan. Tapi seharusnya itu bukan menjadi alasan untuk membunuh anak yang tak berdosa tersebut. Analoginya, ibu yang salah, kok anaknya yang menanggung. Rawatlah dengan baik, karena bagaimanapun, anak adalah anugerah luar biasa dari Allah. Dan sebaiknya segera bertaubat dan tidak mengulanginya, Allah Maha Memaafkan. Tapi sebaiknya hindari aja tindakan yang dilarang sebelum nikah itu, jangan mudah tertipu dengan rayuan syaitooon ☹ Naudzubillah.
  • Mama saya dulu pernah bilang, jangan ambil sembarang barang yang ada di jalan. Bisa jadi barang itu ada “sesuatu” yang jelas kita tidak tahu. Dan di film ini menyadarkan hal itu bener. Penasaran bagian mananya? Tonton aja sendiri yaak 😉 Tapi kalau ternyata nemu duit seratus rebu, gimana? Dikantongin lah 😃 Dimasukin kotak amal aja atau tetap ditinggal di situ.

Itu beberapa hal yang bisa saya deskripsikan meskipun tidak terlalu jelas 😐 Yang jelas, menurut saya, film horor ini cukup worth to watch karena saya suka film yang diangkat dari kisah nyata! 😉 *btw, saya nggak kasih banyak gambar karena saya takut waktu searching gambar terus pada nongol muka Mbak Asih 😦 *

Rating

Rate versi saya: 6,8/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s