11 Alasan Buat Nonton Critical Eleven

Assalamualaikum.

Sebenarnya saya nonton Critical Eleven ini sudah sejak 26 Mei lalu. Tapi berhubung tiba-tiba keesokan harinya jadwal sidang akhir keluar, jadinya saya menunda buat nulis tentang film ini *alesannya bagus ya* Tulisan tentang film ini mau saya bikin beda dari biasanya. Ini terinspirasi dari pemeran utamanya CE yang mana dalam akun Twitternya mencuit seperti ini.

Si β€œAnya” ini juga memberikan 11 good reasons versi dia di akunnya. Nah kali ini saya ingin memberikan 11 good reasons untuk tetap menonton Critical Eleven! Disclaimer, tapi saya hanya menonton satu kali sih. Hanya saja ini bisa jadi rekomendasi buat kalian yang belum nonton dan masih ragu buat nonton 😊

1. Ika Natassa

Alasan pertama versi saya jatuh pada penulis novelnya. Yak, Ika Natassa. Saya langsung jatuh cinta sama tulisannya sejak membaca novel A Very Yuppy Wedding. Gaya menulisnya yang kekinian namun tetap berkelas menjadi ciri tulisan Ika Natassa. Meski ada unsur romance, namun ungkapan yang digunakan tidak membuat saya sebagai pembaca risih, malah pingin gulung-gulung πŸ˜ƒ Saya baru membaca 3 novelnya, dan semuanya itu hasil pinjam dari teman (uang nggak cukup buat beli, hiks, daripada bajak kan ya!), yaitu AVYW, Antologi Rasa, dan The Architecture of Love. Ketiga novel ini membuat saya makin terkagum-kagum sama Ika Natassa. Karena saya belum pernah baca Critical Eleven, saya tertarik banget buat nonton novel Ika Natassa versi filmnya.

2. New York Scenes

Film Indonesia dengan latar tempat di luar negeri memang memberikan nilai tambah bagi film itu sendiri. Bukan berarti latar di Indonesia jelek dan membuat film jadi minus ya. Menurut saya dengan adanya latar tempat di luar negeri memberikan nilai terhadap totalitas tim produksi dalam memproduksi film tersebut, gimana mereka rela mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu yang lebih banyak buat mengambil gambar di luar negeri. Mungkin ini juga disesuaikan dengan latar cerita asli di versi novel ya. Dan pengambilan gambarnya pun bagus-bagus sekali, jadi gak sia-sia deh buang-buang duit waktu di New York ❀

3. Casts

Jujur saja saya penasaran dengan film ini bukan karena adanya Reza Rahadian. Saya justru penasaran dengan Adinia Wirasti (Anya) yang mana sebelum nonton kebetulan saya buka-buka tulisan saya yang lama soal film AADC 2, dan dia adalah wanita yang memerankan Karmen! Saya penasaran karena di film AADC 2 itu dia memerankan seorang Karmen yang agak tomboy sedangkan di trailer si Anya ini terlihat seperti wanita karir dan lebih dewasa. Saya juga suka dengan hadirnya Mikha Tambayong dalam film ini. Meskipun muncul sebentar dan di akhir film, cukup memuaskan saya yang rindu dengan wajah manisnya πŸ˜ƒ *apaan sih, wkwk*

Mikha Tambayong!

4. Kekeluargaan

Saya lebih merasakan rasa kekeluargaan dibanding persahabatan dalam film ini. Menurut saya persahabatannya kurang menonjol karena cukup sering diselingi dengan dialog tentang pekerjaan. Sedangkan kekeluargaannya terlihat sekali saat Anya pertama kali makan bersama dengan keluarga Ale, bagaimana kehidupan keluarga Anya dan Ale, hingga saat keluarga Ale membantu mereka supaya hubungannya kembali harmonis.

5. Married Couple Life

Menurut saya inti dari cerita film Critical Eleven ini adalah tentang kehidupan pasca pernikahan. Literally kehidupan suami istri pasca menikah. Ini yang menurut saya jarang ada di filmΒ lainnya. Yang ada di film kebanyakan itu seperti menikah yang menjadi sebuah akhir yang bahagia, atau kalau pemerannya sudah menikah, konflik utamanya bukan masalah tentang pernikahannya. Nah film ini memberikan sebuah konflik yang berbeda yang sangat mungkin terjadi bagi pasangan baru ataupun lama. Dan meskipun saya belum menikah, saya jadi bisa belajar bagaimana kehidupan berumah tangga itu benar-benar membutuhkan yang namanya mengesampingkan ego.

6. Independent Woman

Seperti yang saya sebut di poin ketiga, di sini Anya berperan sebagai wanita karir. Wanita karir memang terlihat spesial menurut saya, begitupun saya melihat Anya. Selalu mengenakan pakaian rapih, nggak bisa diam bengong di rumah, dan selalu mencari-cari kerjaan supaya nggak kesepian. Poin ini juga masuk sebagai bumbu utama dari konflik Ale dan Anya, dimana Anya yang sedang hamil namun tetap sibuk dengan pekerjaannya.

7. Long Distance Pregnancy

Ini menarik sih. Sebagai suami yang memiliki pekerjaan di rig, Ale tidak bisa selalu berada satu rumah dengan Anya. Sehingga long distance relationship dan pregnancy muncul dalam film ini. Ini bisa memberikan inspirasi bagi pasangan-pasangan yang LDR atau LDP tentang bagaimana menjaga hubungan dalam kondisi tersebut.

8. Emotional

Film ini sungguh emosional, terutama rasa sedih dan kehilangan. Beh, TOP deh! Apalagi bagi penonton seperti saya yang pada dasarnya cengeng dan mudah tersentuh πŸ˜ƒ Bisa bikin saya ngeluarin air mata!

Tepat di adegan ini air mata saya keluar πŸ˜₯

9. The Dialogue

Dialog dalam film ini menurut saya tergolong sedikit. Karena biasanya film yang berjenis romance bakal sering ada dialognya, tapi dalam film ini malah kebanyakan Cuma voice over atau adegan biasa. Still good lah!

10. Seni Memaafkan dan Mengikhlaskan

Ini adalah bagian penting yang seharusnya dimiliki manusia dalam hidup berpasangan. Dalam film ini memang diperlihatkan bagaimana sulitnya memaafkan serta mengikhlaskan kehilangan buah hati. Ya itulah kenapa harus banget bisa mengesampingkan ego, tidak memikirkan perasaannya sendiri dan menerima keadaan sehingga bisa tetap terjalin komunikasi yang baik.

11. Love

Yang selalu digaungkan oleh penulis novel dari film ini, β€œCinta itu menyembuhkan” benar-benar tersampaikan dalam film ini. Sudah nggak diragukan lagi, banyak yang berkomentar bahwa chemistry antara Reza dan Adinia sangat bagus sehingga pesan ini bisa tersampaikan (at least) untuk saya pribadi.

❀

Itulah 11 good reasons versi saya. Saya sebenarnya ingin sekali nonton lagi untuk memastikan apakah saya bisa nangis lagi saat nonton ini atau tidak πŸ˜ƒ tapi apadaya, saya lebih memilih menabung uang saya *PHP*. Dan saya menonton ini juga ditraktir oleh teman saya, benar-benar rezeki anak (belajar) sholehah πŸ˜€

Secara keseluruhan film ini bagus banget. Hanya saja saya agak masih merasa tabu dengan adegan dewasa yang ada di film ini karena bagaimanapun ini film Indonesia dan di Indonesia adalah hal yang tabu soal adegan dewasa seperti itu. Dan saya juga sebenarnya kurang dapet makna β€œcritical eleven”nya karna hal tersebut bukan inti dari film ini (menurut saya). Tapi secara keseluruhan, film ini layak ditonton 😊

Rating

IMDb: 7,7/10 (per 6 Juni 2017)

Rate versi saya: 7,5/10

Advertisements

2 thoughts on “11 Alasan Buat Nonton Critical Eleven

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s