Buka Bersama di Masjid Al Madani

Assalamualaikum.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedikit pengangguran, saya masih sering bolak balik ke kampus. Alasannya karena memang masih ada yang perlu diurus (yudisium) dan ingin internetan. Berhubung sekarang bertepatan dengan Bulan Ramadhan, saya pun jadi sering berbuka puasa bersama (bukber) teman-teman. Yang paling sering adalah buka di Pasar Ramadhan Bunderan ITS, walaupun hanya membeli takjil. Karena sebenarnya saya inginnya tetap buka (makan berat) di rumah, jadi kalau di bunderan hanya beli jajan-jajan saja.

Baca juga:Β Bukber dan Kemacetan

Sebenarnya ada beberapa masjid di sekitar ITS yang menyediakan makanan untuk berbuka. Namun saya jarang mencoba, karena sedikit tahu diri sebagai orang yang tinggal di Surabaya. Tapi kalau lagi kepepet nggak bisa pulang cepat, saya kadang nekat ke masjid buat salat maghrib dan buka puasa. Saya pernah mampir di Manarul Ilmi, dan Al Madani. Tapi di tulisan ini, saya ingin membahas masjid Al Madani yang mungkin mahasiwa ITS dan sekitarnya belum banyak tau.

Masjid Al Madani ini terletak di Jalan Mulyosari Tengah VII No. 1-A (menurut Google Maps), daerah perumahan San Diego Pakuwon itu loh. Selama bulan Ramadhan ini saya mengunjungi masjid tersebut sebanyak 2 kali untuk salat maghrib, berbuka, hingga tarawih bersama. Pada dasarnya semua masjid itu sama, sama-sama nyaman untuk tempat beribadah. Namun memang dalam hal fasilitas sedikit berbeda.

Di Masjid Al Madani sendiri terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC), dan layar TV untuk mempermudah jamaah wanita jika ingin melihat ceramah dari ustadz. Selain itu, karpet dan kesetnya tebal, jadi enak sekali rasanya kalau menginjakkan kaki di situ. Sound systemsnya pun bagus dan jernih. Tempat wudhu dan toilet juga bersih. Saya pribadi terkesan sekali dengan masjid ini.

Saat Ramadhan, setidaknya di tahun ini, masjid ini menyediakan makanan berbuka untuk jamaah. Biasanya dalam bentuk nasi kotak. Tak lupa juga ada kurma yang teksturnya lembut sekali dan juga minuman air putih bermerek islami, yaitu Santri.

Pertama kali ke Al Madani, menu berbukanya adalah nasi kotak dengan lauk ayam dan sayuran. Ada juga minuman berasa yang diberikan, waktu itu rasa jambu biji tapi saya lupa mereknya apa. Mereknya cukup terkenal (tidak asing di ingatan saya) tapi saya lupa πŸ˜› Oh iya, makanan akan diberi setelah salat maghrib, pemberiannya pun teratur sehingga jamaah masjid insya Allah nggak urakan. Kemudian jamaah akan bukber di luar tempat salat (jadi ada seperti terasnya gitu). Pertama kali ke sana, masjid ini masih sangat ramai, sehingga teras pun penuh dengan jamaah yang sedang berbuka.

Kedua kali ke Al Madani, masjid lebih sepi, mungkin sebagian sudah pada pulang kampung kali ya. Terlihat sekali karena teras masjid sangat banyak tempat kosongnya. Tapi saat tarawih saya lihat shaf penuh sampai ke belakang, alhamdulillah. Menu berbuka di hari kedua saya ke sana adalah nasi krawu. Nasinya super banyak, dan ayam suwirnya juga super banyak. Beda banget dengan yang pernah saya makan, super duper sedikit ayamnya, padahal nasinya agak banyak jadi masih ada sisa nasi saat ayamnya sudah habis *kok jadi komplen, astaghfirullah*

Menurut saya ini adalah kenikmatan yang sangat cukup bagi orang yang berpuasa, bisa merasakan suasana yang sejuk ketika salat dan kenyang setelah puasa seharian. Jadi bagi mahasiswa ITS dan sekitarnya, bolehlah mampir ke Masjid Al Madani ini pas bulan Ramadhan. Kalau bisa di bulan-bulan lainnya juga mampir sih, kan lumayan pahalanya kalau niat salatnya di masjid yang agak jauh dari tempat tinggal 😊

Advertisements

2 thoughts on “Buka Bersama di Masjid Al Madani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s