Tipe-tipe Buka Bersama

Assalamualaikum.

Buka bersama (bukber) teman sudah menjadi tren aktivitas bagi pemuda hingga orang dewasa saat di Bulan Ramadhan. Bukber kebanyakan sebenernya dijadikan ajang temu kangen dan saling berbagi kabar bagi yang sudah lama tak jumpa. Tapi bagi yang sering jumpa pun tidak lantas menyurutkan semangat untuk mengadakan bukber. Contohnya seperti saya dan teman-teman kampus yang hampir setiap hari ketemu pun, juga mengadakan bukber. Tapi bukan karena sebagai ajang temu kangen, melainkan untuk sekadar refreshing dan memperekat persahabatan (karena sebentar lagi kami sudah lulus dan kemungkinan besar bakal jarang bertemu lagi).

Baca juga:Β Pengalaman Berkeinginan Pulang Kampung

Bukber juga bukan melulu soal janjian untuk berbuka di suatu tempat, bukber di rumah pun juga termasuk bukber, yang penting tidak sendiri aja jadi namanya bukan buka bersama tapi buka sendiri. Nah, setelah akhir-akhir ini mengamati tipe buka bersama yang saya ikuti, saya jadi ingin merangkum jenis-jenis buka bersama versi saya, yang paling tidak pernah saya ikuti.

Buka Bersama Keluarga

Bukber sama keluarga ini termasuk yang paling umum ya, karena kehidupan kita pun memang bersama keluarga, kecuali bagi yang ngekos. Di bukber tipe ini, kita saya sebagai anak, sudah tidak perlu repot-repot memikirkan menu berbuka. Paling hanya repot membantu mama aja. Selain itu, keuntungannya kita bisa makan sepuasnya selama masih ada persediaan tanpa malu-malu. Nikmatnya lagi kalau di rumah juga disediakan minuman segar seperti es kopyor, es blewah, atau es buah lainnya. Mau nambah berkali-kali pun tetap gratis πŸ˜€

Buka Bersama Biasa

Maaf ya kalau penamaannya jelek, wkwk. I’m bad of naming stuffs (bener nggak inggrisnya?). Maksudnya di sini adalah bukber seperti yang saya lakukan bersama teman kuliah secara spontan. Jadi kalau masih sama-sama di kampus, ya sudah bukber, seperti kalau kami jalan ke Pasar Ramadhan ITS. Ya kurang lebih seperti makan malam bareng kalau di bulan biasa. Namanya ganti bukber ya hanya karena bulan Ramadhan saja πŸ˜† Tapi sesi-sesi makan bersama teman kampus ini cukup menyenangkan, bisa dianggap refreshing lah setelah seharian melihat laptop mengerjakan tugas atau hanya internetan.

Buka Bersama di Rumah Teman

Nah kalau ini sudah tipe yang medium. Buka bersama di rumah teman bisa dilakukan dengan janjian sebelumnya atau spontan. Di tahun ini saya dua kali bukber di rumah teman, satunya besama teman SMA (ceritanya di sini) dan satunya bersama Roviah dan Rosa di rumah Roviah. Bukber bersama teman SMA termasuk yang direncanakan agar teman sekelas saat kelas XII bisa datang semua. Makanan pun tersaji dengan porsi yang banyak. Ya seperti bancaan gitu modelnya. Keuntungannya di sini adalah waktu yang dimanfaatkan untuk ngobrol dengan teman-teman lebih banyak, beda kan kalau seandainya kita di mal atau menyewa tempat yang pastinya bakal lebih mahal. Bukber bersama Roviah dan Rosa ini termasuk yang spontan. Karena kebetulan waktu itu saya menghadiri sidang akhir Roviah dan kita bertiga akhirnya ingin bukber, jadilah bukber di rumah Roviah aja.

Buka Bersama di Mal/Tempat Makan

Bukber tipe ini yang menurut saya agak advance. Meski nggak semuanya mahal, tapi sangat berisiko untuk nggak dapat tempat. Saya tahun ini terhitung dua kali buka di tempat ginian. Dan ya untungnya uang yang dikeluarin nggak sampai 50ribu per tempatnya. Bahkan yang terakhir kali kemarin saat di TP, bukbernya ditraktir sama temen. Alhamdulillah banget 😊

Buka Bersama di Masjid

Bukber yang ini cocok banget untuk orang-orang yang ngekos atau lagi dalam perjalanan menuju rumah. Meskipun saya bukan termasuk keduanya, tapi saya sempat berbuka di masjid juga loh di Ramadhan tahun ini, seperti saat di Masjid Al Madani yang super enak. Tapi memang kan Allah menyukai hamba-Nya yang menyegerakan berbuka puasa, seperti yang disebutkan dari hadits Abu Hurairah, Nabi Shalallahu β€˜Alaihi Wa sallam bersabda, β€œAllah berfirman: Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa”, jadi yang masih dalam perjalanan dan mendekati waktu berbuka, lebih baik segera mencari masjid terdekat untuk berbuka puasa, sekalian kan bisa salat maghrib berjamaah. Atau kalau masjidnya masih terlalu jauh, bisa mencari minimarket terdekat. Yang penting segera berbuka deh 😊

Baca juga:Β Pengalaman Belanja di Bukalapak

Nah itu tadi tipe-tipe berbuka yang pernah saya ikuti/lakukan. Semuanya saya suka sih, yang tidak saya suka kalau berbuka sendirian πŸ˜› hehe. Dan yang paling penting pokoknya segera berbuka ya kalau sudah waktunya, jangan ditunda 😊

Advertisements

One thought on “Tipe-tipe Buka Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s