Cara Perpanjang SIM di Surabaya

Assalamualaikum.

Memasuki Juli 2017 berarti tandanya telah 5 tahun berlalu sweet seventeen saya. Sebagai pengendara motor, surat izin mengemudi (SIM) saya hampir habis masa berlakunya sehingga saya perlu perpanjang segera mungkin. Menurut cerita teman-teman saya, lebih baik perpanjangan dilakukan sebelum tanggal kadaluarsa. Kalau tidak, urusan bakal lebih panjang.Β Teman saya sendiri bahkan disuruh untuk tes ulang SIM di Colombo karena dia mengurus SIMnya setelah tanggal kadaluarsa. Akhirnya Jumat (14/7) kemarin saya mengurus perpanjangan SIM di Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, tepatnya TP 1.

Baca juga:Β Monthly Journal #2: Berkah Ramadhan dan Syawal

SIM Corner di TP Surabaya

Tempat SIM Corner di TP ini sangat susah terlihat. Patokannya adalah ATM center di lantai paling bawah TP 1 dan kalau kita sudah menemukan tepatnya ATM BCA, maka kita akan bertemu juga dengan SIM Corner karena letaknya tepat di sebelah ATM BCA. Agak masuk jalan kecil gitu memang, namanya juga corner, jadi beneran disudut tempat πŸ˜€

Barang wajib bawa saat mengurus perpanjangan SIM:

  • KTP asli + fotokopinya
  • SIM asli + fotokopinya
  • Surat keterangan sehat dari dokter/rumah sakit
  • Bolpen

Barang-barang tersebut wajib banget dibawa ya, kalau tidak, kita akan ditolak mentah-mentah dalam urusan perpanjangan SIM ini. Sakit kan rasanya kalau ditolak. Untuk yang ingin perpanjang 2 SIM, maka kedua SIM harus dibawa beserta fotokopiannya, serta surat keterangan sehatnya juga harus ada 2. Bagi yang belum sempat membuat surat keterangan sehat, di TP tersedia jasanya. Hanya saja saya kurang tahu letaknya dimana, mungkin bisa ditanyakan ke satpam setempat. Kalau menurut yang saya baca-baca di blog orang, kita harus merogoh kocek sampai Rp40.000,00 untuk membuat surat keterangan sehat di TP. Jadi saran saya lebih baik di puskesmas dekat rumah saja karena harganya lebih murah.

Saat saya ke sana, cukup banyak orang yang juga sedang mengurus perpanjangan SIM. Pertama kali kita akan mengantri untuk cek kelengkapan berkas-berkas di atas. Petugas akan merapikan berkas tersebut dengan staples. Selanjutnya pindah ke meja di sampingnya, kita diminta untuk membayar asuransi dari PT. Asuransi Bhakti Bhayangkara sebesar Rp30.000,00. Kita akan mendapatkan sebuah kartu yang masa pakainya juga 5 tahun. Ada yang bilang kalau ini tidak wajib sih, tapi karena saya diarahkan menuju meja sini, ya saya ikuti saja prosedurnya.

Petugas merapikan berkas kita

Kartu asuransinya

Setelah membayar asuransi, kita diminta untuk mengisi formulir berwarna biru sebagai informasi data diri. Di SIM Corner telah menyediakan contoh isiannya, jadi kita tidak perlu khawatir kebingungan formulir tersebut diisi apa. Nah gunanya bolpen itu berfungsi saat mengisi formulir ini. Saya kurang tahu di tempat pengisian yang disediakan apakah menyediakan bolpen atau tidak. Namun sepengelihatan saya, tidak ada bolpen menggelantung di sana, jadi siapkan saja 1 bolpen.

Contoh pengisian formulir perpanjangan

Uang yang harus dibayarkan untuk perpanjang SIM:

  • SIM A: Rp80.000,00
  • SIM C: Rp75.000,00
  • SIM A & C: Rp155.000,00

Jika formulir sudah diisi, kita menuju ke tempat pembayaran SIM atau voucher bank. Di SIM Corner TP sih tulisannya Bank BRI, tapi tidak terlalu berpengaruh kok. Di sini kita harus mengeluarkan uang sesuai SIM yang ingin diperpanjang. Jika sudah membayar, kita disuruh mengisi formulir berwarna kuning yang sepertinya adalah voucher bank yang dimaksud. Setelah itu kita menunggu panggilan untuk foto SIM di ruang yang sudah disediakan.

Saat menunggu panggilan ini rasanya lama sekali menurut saya. Ada sekitar 25 menitan. Mungkin ini dikarenakan banyaknya yang juga mengurus SIM ya. Saya habiskan waktu untuk membaca-baca blog yang saya follow serta membaca berita di aplikasi CNN Indonesia yang ada di HP saya. Membaca memang aktivitas yang ampuh untuk menunggu antrian (kalau duduk) seperti ini. Hingga tak terasa nama saya dipanggil oleh petugas.

Tempat fotonya menyatu dengan ruang tunggu, hanya saja terdapat background ala kepolisian sebagai background yang akan tampil di foto SIM kita. Sebenarnya semua tempatnya menyatu, tidak ada sekat selain tempat pencetakan SIM. Selain foto, kita juga akan disuruh untuk melakukan cap sidik jari pada mesin yang disediakan serta tanda tangan. Nah waktu tunggu setelah foto hingga SIM jadi ini sangat cepat sekali, beda dengan saat menunggu panggilan foto. Kira-kira tidak sampai 5 menit SIM sudah jadi. Sampai bapak yang tadi duduk di sebelah saya bilang, β€œWah, kok cepat ya!” πŸ˜€

Fotonya dibalik background biru

Pengalaman mengurus SIM di TP Surabaya ini sekaligus merupakan pertama kalinya saya ke mall sendirian. Awalnya saya berencana untuk jalan-jalan keliling mal seperti biasa, tapi ternyata kepala saya terasa berat sehabis terkena hamparan sinar matahari saat perjalanan ke TP dari kampus saya. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Saat sudah di rumah, kepala saya masih terasa berat sehingga saya perlu untuk tidur. Alhamdulillah, setelah bangun tidur rasanya sudah enakan! Namun malam harinya kepala saya kembali berat, pusing. Akhirnya saya minum obat serta langsung tidur.

Balik lagi soal perpanjangan SIM, TP merupakan salah satu tempat yang bisa untuk memperpanjang SIM. Namun di tempat lain juga bisa. Dan saya baru menyadari kalau nuansanya serba biru πŸ˜€ Semoga tulisan saya ini bermanfaat ya bagi yang ingin perpanjang SIM di Surabaya. Jangan lupa cek tanggal kadaluarsa di SIM kamu ya! πŸ˜‰

Advertisements

6 thoughts on “Cara Perpanjang SIM di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s