The Doll 2: Ketika Kebahagiaan Hilang dari Keluarga Kecil Aldo

Assalamualaikum.

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis tentang film ya, hihi. Kebetulan, di akhir Juli lalu saya diberi 2 voucher tiket nonton di Royal 21. Sebagai perempuan yang suka gratisan atau diskonan tentu saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini dong. Berangkatlah saya dan teman pada Senin (31/7) lalu. Namun karena teman sepermainan saya sehari-hari di kampus itu 3 orang, jadilah kita menambah satu tiket nonton lagi. Jadi rasanya seperti nonton dengan harga murah meriah, yaitu Rp12.000,00an saja per orang πŸ˜€

Saat nonton kemarin, pilihan film di Royal 21 ada 4, Dunkirk, The Crucifixion, The Doll 2, dan War for The Planet of Apes. Namun karena kami bukan orang yang sering nonton, kami tidak memilih Dunkirk dan War for The Planet of Apes untuk menghindari ketidakpahaman selama menonton, hehe. Akhirnya kami memilih The Doll 2, walaupun kami baru tahu kalau ternyata ada The Doll yang pertama dan kami belum menontonnya. Film ini berjenis horor dan thriller. Cukup menarik untuk ditonton menurut saya, karena ada Herjunot Ali πŸ˜€

Rating IMDb: 6.8/10 (per 7 Agustus 2017)

Baca juga:Β Danur: Kisah Risa Bersama Teman-temannya

Sinopsis

Awal mula film akan diperlihatkan adegan flashback pada film The Doll (yang pertama). Dalam adegan flashback tersebut, diceritakan tentang pekerjaan Laras (Sara Wijayanto) dan Bagas (Rydhen Afexi) sebagai pengusir roh halus melalui sebuah medium boneka. Dalam usaha penyelematan sebuah keluarga, Laras mengetahui bahwa roh yang merasuki boneka tersebut tidak akan pergi sebelum misinya terselesaikan. Dan ternyata misinya adalah membunuh anggota keluarga dari keluarga yang tinggal dalam rumah tersebut. Namun nahas, anak Laras juga ikut tidak selamat karena roh itu.

Berlanjut pada Film The Doll 2, cerita yang hampir sama ini terjadi pada sebuah keluarga kecil Aldo (Herjunot Ali) dan Maira (Luna Maya) bersama anaknya yang bernama Kayla (Shofia Shireen). Mereka hidup bahagia sekali. Hubungan Maira dengan Kayla sangat erat. Mereka sering merekam permainan-permainan yang mereka lakukan untuk dipertontonkan pada Aldo yang sibuk. Suatu hari, Aldo mengajak Maira untuk makan malam bersama bosnya. Maira bersikeras untuk mengajak Kayla ke rumah ibunya karena dia tidak akan pernah meninggalkan Kayla sendirian atau setidaknya ada keluarga yang menemaninya. Kayla diketahui sangat suka dengan bonekanya yang bernama Sabrina, sehingga ia mengajak Sabrina untuk ikut ke rumah neneknya.

Dalam perjalanan ternyata mobil yang dikendarai remnya blong. Kecelakaan pun tak dapat dihindari dan Kayla tidak selamat dalam kecelakaan ini. Aldo dan Maira selamat, namun mengalami luka-luka di tubuhnya.

9 bulan pasca meninggalnya Kayla, Maira masih terlihat murung dan belum bisa ikhlas dengan kepergian putri satu-satunya itu. Aldo terlihat sabar sekali menghibur Maira. Hingga pada saat hari ulang tahun Kayla, Aldo membelikan kue kesukaan Kayla dan berharap dengan itu Maira jadi ikhlas dan mau mengingat hal-hal yang baik saja tentang Kayla. Namun Maira menolak dan memilih meninggalkan Aldo. Aldo tetap berdoa dan meniup lilin pada kue Kayla.

Hari-hari terus berjalan. Maira tetap sedih. Aldo masih terus berusaha menghibur istrinya di tengah kesibukannya. Suatu hari, Aldo pergi pagi buta dan meninggalkan surat kepada Maira yang berisikan bahwa ia akan pulang larut. Untungnya ada Elsa (Maria Sabta), sahabat Maira, datang. Elsa terlihat empati dengan kondisi Maira. Saking nggak mau sahabatnya sedih, Elsa pun menawarkan ide gila. Yaitu memanggil roh Kayla dengan sebuah medium yang mana merupakan benda kesayangannya dengan lagu Lingsir Wengi!

BERHASIL! Arwah Kayla terpanggil, namun Maira dan Elsa tidak menyadarinya. Hingga terjadilah hal-hal aneh semenjak β€˜pemanggilan’ tersebut, seperti flush toilet yang tiba-tiba menyala di malam hari, TV yang juga tiba-tiba menyala di malam hari, hingga boneka Sabrina yang sering berpindah tempat. Maira merasakan hadirnya Kayla. Maira makin stres karena Aldo tidak percaya. Lagi-lagi Elsa membantu Maira dengan membawanya ke Laras dan Bagas, ahli fisika yang ternyata sudah lama tidak bekerja dan berhubungan dengan roh halus.

Almarhumah kecil tersebut ternyata mengajak mamanya untuk bermain. Namun permainan ini merupakan misi Kayla agar arwahnya bisa tenang, yaitu mengungkap penyebab kecelakaan hingga tewasnya Kayla. Beberapa petunjuk akhirnya sudah ditemukan oleh Maira, dibantu dengan Bagas dan Laras. Maira akhirnya tahu siapa yang mencelakakan Kayla, yaitu Mbak Yani (Ira Ilva Sari), pembantu mereka.

Maira marah besar, pun arwah Kayla. Mbak Yani, sebagai pelaku, juga ikutan marah. Nyatanya Mbak Yani ini memiliki rasa iri dengan kebahagiaan keluarga kecil Aldo. Sehingga meski dia sudah terbukti sebagai pelaku, dia tetap marah dan berusaha membunuh keluarga Aldo. Bagaimanakah usaha saling membunuh antara mereka? Apakah Mbak Yani akan terbunuh? Atau malah Maira?

Review

Seperti yang saya bilang, film ini cukup menarik. Menariknya itu di bagian klimaks film, saat diketahui penyebab kecelakaan dan kematian Kayla. Jujur aja, karena judul film ini adalah The Doll 2, maka saya kira penyebab kecelakaan itu adalah karena Kayla membawa boneka Sabrina di dalam mobil. Namun ternyata saya salah besar. Boneka tersebut ternyata hanya sebagai medium arwah Kayla untuk memberitahu siapa dalang dari kecelakaan tersebut.

Dalam film ini juga ada adegan seperti di Fast & Furious. Kalau di FF, beberapa adegan-adegan awal selalu mempunyai maksud untuk adegan-adegan selanjutnya (biasanya agak di akhir film). Surprisingly, film The Doll 2 ini juga ada kejutan seperti itu. Penasaran nggak? πŸ˜€ Tonton sendiri ya dan cari adegan tersebut πŸ˜€ Yang menarik lainnya adalah ketika si pembantu diketahui sebagai pelaku, tapi ternyata dia nggak insyaf lho. Malah makin marah dan ingin membunuh Maira. Punya nyali juga ya si Mbak Yani ini. Padahal tampangnya polos gitu, seperti orang baik-baik.

Sejujurnya, sebelum menonton saya tidak berekspektasi lebih. Dan ini berguna ketika adegan masuk seperti menyontek Insidious, dimana Laras (seperti Elise) akan masuk pada dunia lain dan bertemu Kayla untuk mengetahui petunjuk yang ingin disampaikan Kayla. Dan berguna juga ketika efek-efek yang disajikan kurang terlihat mulus, jadi kelihatan banget kalau hasil editan.

Selain editan, ada beberapa hal yang aneh menurut saya ada dalam film ini. Seperti saat usaha bunuh-membunuh itu, tubuh mereka sudah parah sekali. Sangat parah. Darah dan luka dimana-mana. Kalau dalam dunia nyata, itu sudah minimal nggak kuat buat kemana-mana, hampir mati. Tapi di film, masih kayak orang setengah sehat, kuat kejar-kejaran. Lalu karena untuk mengusir/mengeluarkan roh dari tubuh manusia menggunakan salawat, hal ini jadi membuat saya berpikir, kalau muslim, kenapa mereka percaya kalau roh Kayla masih bisa dipanggil? *hihi namanya juga filem yak*

Dibalik itu semua, cukup banyak pelajaran yang bisa diambil dari film Horor Indonesia ini.

  • Kerekatan hubungan Kayla dan Maira sangat bisa untuk menginspirasi ibu-ibu di dunia
  • Jangan meninggalkan anak sendirian di rumah atau meskipun bersama pembantu yang sudah bertahun-tahun kerja bersama
  • Sebelum bepergian, pastikan kendaraan aman
  • Jangan coba-coba hal yang gaib, seperti pemanggilan arwah dengan lagu Lingsir Wengi
  • Bagi yang sudah berpasangan, terutama yang menjadi istri, perhatikanlah suami. Jangan sampai suami jadi kurang perhatian sehingga memilih untuk mencari perhatian pada wanita lain. Dalam film ini, ceritanya Mbak Yani itu jadi prihatin dengan Aldo karena kurang diperhatiin sama Maira. Makanya Mbak Yani nggak merasa bersalah banget ketika dia diketahui sebagai pelaku *eh kebongkar deh*
  • Cari suami yang kayak Herjunot Ali Aldo; baik, sabar, pengertian, sayang istri, dan tipe-tipe suami idaman lainnya deh πŸ˜› Tapi jangan tiru sifat selingkuhannya ya!
  • Jangan terus-terusan bersedih hati sepeninggal orang yang kita dicintai. Meski dalam film merupakan pemicu terpanggilnya arwah Kayla, dalam dunia nyata pun hal itu tidak baik bagi kejiwaan kita nantinya. Nggak mau kan tiba-tiba bunuh diri karena depresi seperti yang terjadi di akhir-akhir Bulan Juli?
  • Jadilah sahabat yang baik, seperti Elsa. Yang mau meluangkan waktu untuk berusaha mengembalikan semangat Maira. Tapi jangan dicontoh ide gila Elsa buat manggil arwah Kayla itu ya!

***

Oh ya, bagi yang ingin nonton film ini, sebaiknya jangan mengajak anak kecil. Karena adegan thrillernya sangat gak cocok menjadi tontonan mereka. Saya sendiri kaget ternyata waktu nonton ada aja anak kecil yang diajak nonton, padahal sudah ada peringatan kalau film ini 17+. Secara keseluruhan, film ini lumayan buat menjadi tontonan, bagi pecinta horor dan thriller ya 😊

Rate versi saya: 6/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s